Film
The Journey 2 : The Mysterious Island
Oleh : Erwin Purba
-
NO. 42 TAHUN XX/20 - 26 FEBRUARI 2012
-
Menikmati pulau khayalan penuh dengan hewan-hewan eksotis dan cerita yang bikin bengong. Tontonlah dengan logika anak-anak biar terasa nikmatnya.
Salah satu keunggulan industri perfilman Amerika Serikat yang berpusat di Hollywood adalah menerjemahkan mimpi dari penulis fiksi ilmiah menjadi film yang mengagumkan. Dari zaman animasi versi Walt Disney sampai computer-generated images (CGI) yang canggih, film-film fiksi ilmiah Hollywood bagaikan dongeng yang menjadi kenyataan.
Dipersenjatai dengan program-program animasi berbasis komputer, para animator dan ahli special-effect dalam film The “Journey 2 : The Mysterious Island” bebas memainkan imajinasi mereka tentang dongeng yang dikarang oleh Jules Verne. Mereka bahkan diberi kebebasan untuk menggambarkan makhluk aneh, situasi yang unik dan alur cerita yang lebih heboh dibandingkan film sebelumnya dari karya Verne yang berjudul “Journey to the Center of the Earth”. Secara teknis, boleh dipuji deh!
Skenario film ini mengisahkan reuni keluarga yang unik di pulau terpencil yang disebut Pulau Misterius. Sean (Josh Hutcherson) nekad hendak berlayar melintasi samudera setelah menerima sinyal gelombang radio yang bersandi dari suatu pulau yang tidak ada di peta biasa. Entah kenapa, dia percaya isyarat SOS dan petunjuk koordinat rahasia sebuah pulau terpencil itu berasal dari kakeknya, yang menghilang dalam pelayaran solo bertahun-tahun sebelumnya.
Dibantu ayah tirinya, Hank Parson (Dwayne “The Rock” Johnson), Sean memecahkan sandi pesan kakeknya. Alatnya adalah peta-peta dalam buku yang yang ditulis Robert Louis Stevenson berjudul “Pulau Harta Karun”, “Perjalanan Gulliver” karya Jonathan Swift, dan “Pulau Misterius” yang dikarang Jules Verne. Akhirnya, Sean dan Hank memiliki peta baru yang menunjukkan lokasi pulau misterius di dekat Pulau Palau, Republik Filipina.
Di pulau Palau, Sean dan Hank lalu menyewa helikopter yang dipiloti Gabato (Luis Guzman) dan putrinya Kailani (Vanessa Hudgens). Namun helicopter itu dilanda badai yang aneh sehingga keluar dari jalur penerbangan dan terdampar di pulau tak dikenal. Penghuninya ternyata berbagai hewan dan serangga dengan ukuran yang jauh berbeda dari umumnya.
Seakan mengejek film tentang makhluk pra-sejarah seperti Jurassic Park, di pulau misterius itu semua binatang yang biasanya besar justru berukuran mini dan yang kecil malahan berukuran raksasa (inilah inspirasi cerita Gulliver). Kelompok itu pun dikejar-kejar kadal sebesar gajah ke hutan dan ternyata diselamatkan oleh kakek Sean, Alexander (Michael Caine) yang sudah lama terdampar di sana.
Kakek Sean lalu mengajak mereka ke kota Atlantis yang hilang di tengah pulau itu guna mencari harta karun di gunung emas (Pulau Harta Karun karya Robert Stevenson). Ternyata kota itu akan tenggelam beberapa hari kemudian. Mereka pun mencari makam Kapten Nemo dan buku harian yang berisi lokasi kapal selam Nautilus disembunyikan (kisah 20.000 League into the Sea karangan Jules Verne).
Dengan susah payah, termasuk harus berkelahi dengan burung raksasa, kelompok itu
berhasil menemukan kapal selam Nautillus dan keluar dari pulau itu. Mesin kapal selam itu dinyalakan dengan sengatan listrik dari belut listrik raksasa yang ditembak panah harpoon. Cerita berakhir bahagia karena keluarga Sean selamat kembali ke Amerika Serikat, Gabato menjadi kaya dengan membuat paket perjalanan wisata di Palau dan Kailani berpacaran dengan Sean.
Asyik, kan? Itulah lihainya para sineas Hollywood mengolah kisah-kisah yang sulit dipercaya menjadi scenario yang unik. Padahal film itu terlalu banyak menampilkan adegan kebetulan, sehingga logika cerita terbolak-balik. Belum lagi adegan surealis seperti Michael Caine menunggang lebah raksasa atau buah berry sebesar bola yang meletus di dada Hank.
Buat anak-anak,film ini bagus untuk mengenal kisah-kisah fiksi ilmiah yang mudah dicerna seperti karya Jules Verne. Tapi, buat orang dewasa, tontonlah film ini dengan pikiran ala kanak-kanak supaya tidak jengkel di dalam bioskop.
JOURNEY 2: THE MYSTERIOUS ISLAND
Waktu tayang : 94 menit
Jenis Film : Fiksi ilmiah & aksi laga
Sutradara : Brad Peyton
Skenario : Brian Gunn, Mark Gunn, Richard Outten
Produser : Beau Flynn, Tripp Vinson, Charlotte Huggins
Produksi : New Line Cinema, Walden Media.
Distribusi : Warner Bross Pictures
Pemeran : Josh Hutcherson, Vanessa Hudgens, Luis Guzman,
Kristin Davis, Dwayne Johnson, Michael Caine.
Anggaran : sekitar US$ 50 juta
Penjualan tiket pekan awal : US$ 41,5 juta