Pembuka Pameran Rossa dan Ibu Levita Supit (Istimewa)
Pameran Painting on Jeans Exhibition digelar di Jakarta. Menggali ide kreatif anak muda.
Eric Wiradipoetra sejak lama menekuni seni lukis dengan media jeans. Bahkan celana jeans lukis buatan Eric sukses dipasarkan hingga ke luar negeri seperti Jerman dan Malaysia. "Ada dua negara yang paling sering memesan celana jeans lukis, yakni Jerman dan Malaysia," kata Eric.
Awal mula tercetusnya ide melukis di atas sebuah jeans bermula dari rasa bosannya terhadap model dan motif celana jeans. "Selama ini, model dan motif celana jeans yang ada itu gitu-gitu aja, kalau pun ada variasi paling-paling di model, ukuran dan ornamennya," ujar Eric.
Melukis ternyata bukan cuma bisa di atas kanvas. Dengan sedikit kreativitas, celana jeans pun bisa dijadikan media untuk melukis. "Awalnya saya bosan dengan motif yang ada di celana jeans, akhirnya saya coba-coba melukis di celana jeans saya dan setelah jadi banyak anak muda yang suka," pungkasnya dikutip wartakota.com.
Melukis dengan media jeans telah ditekuni sejak 1998. Saat itu, ia mulai bereksperimen melukis di atas sebuah celana jeans miliknya dengan menggunakan cat khusus. Namun celana jeans yang dilukis dengan cat khusus tersebut tidak dapat langsung digunakan. "Untuk hasil yang optimal, celana jeans lukis ini tidak bisa langsung digunakan, butuh waktu satu hingga dua hari untuk bisa langsung dipakai," katanya.
Untuk menciptakan kesan artistik dan eksklusif, setiap motif lukisan yang ada di celana jeans lukis buatannya dibuat berbeda-beda. Celana jeans lukis buatan Eric memiliki nilai artistik yang tinggi serta eksklusif, sehingga berpengaruh pada harga celana jeans lukis yang ia pajang di Galeri miliknya.
Harga satu buah celana jeans lukis miliknya ia bandrol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp1,2 juta. "Tiap lukisan yang ada di celana jeans lukis ini pasti tidak akan sama dengan lukisan di celana jeans lukis lainnya," kata Eric yang memiliki galeri di Bandung. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan karakteristik pemilik celana jeans tersebut.
Senada dengan Eric, Ovy pun lebih dari lima tahun melukis di media kain ataupun celana jeans. Awal mulanya justru bukan lembaran-lembaran kain baru yang belum dijahit. Melainkan baju-baju bekasnya yang sudah menumpuk di gudang, karena sudah ketinggalan tren.
Dia pun cari akal agar baju-baju itu bisa dipakai lagi dan tidak ketinggalan mode. Kalau cuma diberi tambahan aksesori, seperti hiasan bros, pita, renda atau kancing, Ovy merasa kurang pas karena tetap saja terlihat jadulnya (jaman dulu). ’’Setelah cari ke sana ke mari, saya ketemu dengan teknik lukis tekstil.
“Awalnya bukan kain baru lho, tapi saya coba ke baju-baju bekas pakai milik keluarga,’’ bebernya. Ia pun mengambil beberapa helai blus maupun kaos yang sudah tak dipakai tersebut. Secara perlahan Ovy mencoba memberi motif, lantas menggoreskan kuas dengan cat tekstil aneka warna di baju itu. “Hasilnya ternyata lumayan. Bagus juga, karena seolah-olah seperti lukisan kain sungguhan,’’ ungkapnya.
Lama kelamaan bukan kaos bekas yang jadi kanvas. Ovy pun membeli baju-baju polos yang khusus ia lukis. Tak hanya yang berbahan katun, tapi mulai melebar ke sifon, kaos hingga sutra pun turut jadi ‘korban’ kreativitasnya. Tak hanya itu, beberapa celana jeans miliknya tak luput menjadi ‘korban’ lukisannya. “Hasilnya malah makin nyentrik,’’ tuturnya.
Menurut Ovy, melukis di atas media jeans tak sulit. Justru ia merasa tertantang, karena lukisan yang ia buat tak boleh salah. Untuk melukis, Ovy lebih suka memilih obyek bunga dan binatang. Mawar, melati, aster, sepatu, matahari dan anggrek adalah bunga-bunga yang seringkali menjadi obyek lukisannya. Sementara kalau untuk binatang, ia paling sering memindahkan obyek kupu-kupu.
Dari sekedar mengisi waktu luang, kegiatan Ovy melukis di atas lembaran-lembaran kain sudah menghasilkan uang. Dari promosi mulut ke mulut, banyak pesanan yang datang ke tangannya. ’’Bahkan banyak perempuan muslim yang minta jilbab maupun kerudungnya saya lukis,’’ katanya. Kini, hasil karya Ovy sudah dikenal hingga luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Meskipun pembuatannya sedikit rumit, tapi merawat kain yang dilukis tak begitu sulit. Semua jenis deterjen bisa digunakan. Begitu pula pencucian dengan mesin cuci juga diperbolehkan, asalkan tidak terlalu keras. ’’Supaya awet, setelah lukisannya kering langsung diseterika saja. Supaya cat tekstilnya menyerap dan menyatu di kain,’’ pungkasnya.
Kisah Eric dan Rosita tersebut merupakan contoh kreativitas melukis dengan media celana jeans ataupun kain. Kalau serius digeluti, kreasi baru seni lukis itu mampu meraup laba. Bahkan melukis di atas jeans bisa dilakoni siapa saja, tak mengenal usia. Mulai anak-anak hingga orang dewasa. Nah, untuk merangsang generasi muda berkreasi dan berjiwa wirausaha, digelar Painting on Jeans Exhibition yang melibatkan Komunitas Indonesia Melukis.
Pameran ini tergolong pameran unik dan belum pernah digelar sebelumnya. Dalam press release yang diterima FORUM, pameran ini merupakan kombinasi kemampuan seseorang dalam melukis yang diterapkan pada aplikasi fungsional di atas jeans dengan menggunakan bahan cat terbaik dalam negeri yang dikembangkan kreatif oleh Komunitas Indonesia Melukis. Dengan kata lain, kombinasi unik seni lukis, fashion serta cat kualitas tinggi.
Tujuan diadakannya pameran ini untuk untuk merangsang generasi muda berkreasi dan berpikir unik kreatif serta berjiwa entrepreneurship. Juga merangsang anak anak muda berkreasi dan berbuat positif, berani tampil beda namun tetap selaras dengan budaya lingkungan setempat.
Kreasi yang dikembangkan didapat dari berbagai sumber ide. Dari budaya tradisional seperti Wayang, Tarian Tradisional, alam, binatang sampai lukisan lukisan para Maestro sebagai bentuk penghormatan pada para pelukis tersebut serta design kontemporer dan banyak lagi.
Bahan cat yang digunakan adalah rumusan dan ramuan kaula muda Komunitas Indonesia Melukis sendiri yang telah teruji kekuatan dan ketahanan warnanya. Tetap cemerlang , tidak luntur, baik oleh bahan pencuci maupun sinar matahari serta punya ketahanan karena masalah waktu atau usia.
Bagi Anda yang berminat melihat hasil-hasil kreasi anak muda di atas media jeans, pameran Painting on Jeans Exhibition digelar di ArtSpace – Ruko GSA–B 08/BF Podomoro City – Central Park dari tanggal 9 sd 22 Januari 2012 dan diresmikan oleh Rossa, Diva Penyanyi yang juga Pecinta Seni dan Fashion. Juga diwarnai pidato opening dari Levita Supit, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia yang juga pecinta Seni dan Fashion.
Sebagai media nasional yang secara konsisten memberitakan masalah penegakan hukum dan pelaksanaan demokrasi di Indonesia, majalah FORUM Keadilan rupanya menarik perhatian para diplomat di Kedutaan Besar...Selengkapnya
Jangan menganggap faktor ketiadaan dijadikan penghambat untuk menuntut ilmu. Jika terus berusaha, ikhlas lahir batin, Tuhan pasti menunjukkan jalan.
Fathurin Zen lahir di Tegalgubung Lor, Arjawinangun, Cirebon,...Selengkapnya